ANALISIS KONSEP CULTURE STUDIES YANG TERDAPAT PADA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT GAS ELPIJI

Diposting oleh : Donnie Aqsha,  Yusnita Sari, Arya Widura Ritonga, Najmi Ridha, Syabani Yohanes Andika, dan Fajar Aulia Fabianto

 

Deskripsi Singkat Iklan Layanan Masyarakat Gas Elpiji

Mpok Mina (penjual nasi) yang sedang menyajikan makanan kepada para pembelinya dikagetkan dengan kedatangan Bang Mail (tukang bajai). Ia sambil membawa kompor minyak yang baru saja ia beli dari pasar  tiba-tiba mengatakan bahwa kalau memakai gas elpiji masyarakat akan rugi karena harganya yang lebih mahal dari pada minyak tanah. Namun, Mpok Mina mengatakan bahwa ia sudah memakai gas Elpiji. Bang mail pun terus menyindir Mpok Mina.

Tiba-tiba Dik Doang (salah satu pembeli) datang karena mendengar pembicaraan Mpok Mina dan Bang Mail tersebut. Akhirnya Dik Doang pun menjelaskan kepada Bang Mail bahwa dengan menggunakan Gas Elpiji masyarakat tidak akan rugi, bahkan lebih menguntungkan daripada menggunakan minyak tanah. Dik Doang menjelaskan dengan cara memberikan hitung-hitungan perbandingan pengeluaran apabila dengan menggunakan kompor minyak atau gas elpiji. Ternyata benar bahwa dengan menggunakan gas elpiji akan lebih menguntungkan Rp 15.000 per bulan dibandingkan dengan menggunakan kompor minyak. Akhirnya, mengetahui hal itu. Bang Mail pun segera pergi untuk mengganti kompor minyaknya dengan gas Elpiji

Hasil Analisis

Iklan layanan masyarakat mengenai gas Elpiji menimbulkan citra bahwa penggunaan gas Elpiji akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan menggunakan kompor minyak. Iklan tersebut menyelubungi pesannya dengan cara membuat perbandingan hitung-hitungan antara penggunaan gas Elpiji dengan penggunaan kompor minyak dalam iklan tersebut. Hal itu terlihat jelas saat Dik Doang melakukan hitung-hitungan perbandingan antara penggunaan gas elpiji dengan penggunaan kompor minyak yang akhirnya menyatakan bahwa dengan menggunakan gas elpiji akan dapat menghemat pengeluaran Rp 15.000 per bulan.

Iklan gas Elpiji ini memberikan sebuah kebenaran kepada masyarakat dan bukan informasi kebohongan. Fakta ini dapat diambil berdasarkan adanya beberapa hal, diantaranya adalah iklan ini adalah salah satu bentuk iklan layanan masyarakat dan bukan iklan komersil yang bertujuan mencari keuntungan yang sebesar-besarnya, melainkan iklan yang bertujuan membantu, mendidik, mensejahterakan masyarakat. Selain itu, iklan ini dalam menarik perhatian khalayaknya adalah dengan memberikan fakta yang berupa nilai kuantitatif (bisa dihitung) bukan niali kualitatif semata sehingga masyakat dapat melihat dan mengambil keputusan dengan jelas dan tegas.