Manusia selalu mengharapkan hasil yang terbaik dari tanaman yang ditanamnya, baik melalui pemeliharaan yang baik maupun dengan pemilihan benih yang akan ditanam pada generasi berikutnya (benih unggul). Tidak dapat kita pungkiri bersama bahwa manusia tidak dapat lepas dari produksi tanaman. Secara langsung manusia menggunakannya sebagai bahan makanan pakaian, dan keindahan, sedangkan secara tidak langsung manusia memanfaatkannya melalui produksi ternak, bahan bakar, bahan baku industri, dan sebagainya. Mengingat sangat pentingnya tanaman, maka tidak heran jika manusia selalu berusaha untuk memperoleh hasil se-optimal mungkin dari tanaman yang diusahakannya.  Cara – cara tersebut diantaranya adalah dengan menggunakan teknik bercocok tanam yang baik dan peningkatan kemampuan produksi tanaman. Peningkatan kemampuan produksi tanaman dapat diartikan  sebagai suatu usaha untuk merubah sifat tanaman agar diperoleh tanaman yang lebih unggul dari pada jenis atau varietas yang sudah ada, usaha yang demikian biasa disebut sebagai pemuliaan tanaman

Pemuliaan tanaman dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang perubahan – perubahan susuna genetika sehingga diperole tanaman yang menguntungkan manusia. Hayes, Immer, dan Smith (1955) menyimpulkan bahwa tujuan dari pemuliaan tanaman adalah untuk memperoleh varietas atau hibrida agar lebih efisien dalam penggunaan unsur hara sehingga memberikan hasil yang tertinggi per satuan luasnya serta tahan pada lingkungan yang ekstrim seperti kekeringan, serangan hama dan penyakit, dan sebagainya.

Manipulasi gen serta genotipe merupakan proses yang terjadi dalam memperoleh varietas tanaman yang diharapkan. Selain itu, mekanisme menurunnya sifat dari generasi ke generasi juga merupakan hal yang penting dalam pemuliaan tanaman. Beberapa proses yang perlu di tempuh ketika kita akan memuliakan tanaman:

1.    Penentuan tujuan pemuliaan. Untuk menentukannya, para pemulia perlu mengetahui masalah serta harapan produsen dan konsumen, serta gagasan pemulia sendiri.

2.    Penyediaan materi pemuliaan. Suatu tanaman dapat dimuliakan jika terdapat keragaman pada tanaman tersebut. Oleh karena itu, para pemulia arus dapat membuat atau menambahkan keragaman yang ada pada tanaman yang akan dimiliki.

3.    Penilaian genotipe atau populasi untuk dijadika populasi. Penilaian ini dilakukan dengan melakukan seleksi. Penggunaan metode seleksi yang efektif sangat terganjung dari jenis tanaman yang akan dimuliakan. Pada tahapan seleksi ini juga sebaiknya diperhatikan kemampuan tanaman untuk bertahan pada lingkungan yang ekstrim.

4.    Pengujian. Sebelum suatu galur harapan dilepas menjadi varietas, perlu lebih dahulu diadakan pengujian atau adaptasi diberbagai lokasi, musim, dan tahun. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk meliat kemampuan tanaman teradap lingkungan dibandingkan dengan varietas unggul yang sudah ada sebelumnya.

Sumber:

Poespodarsono, O. 1988. Dasar – Dasar Ilmu Pemuliaan Tanaman. Pusat Antar Universitas Institut Pertanian Bogor. Bogor. 169 hal.

Hayes, H. K., F. R. Immer, dan D. C. Smith. 1975. Methodes of Plant Breeding. McGraw Hill. New York : 1 – 10.