Sombong atau yang dalam bahasa arabnya disebut kibr adalah perasaan yang cenderung memandang diri lebih dari orang lain dan meremehkannya, sedangkan menurut hadits, kesombongan adalah kesombongsan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia” (HR Muslim).  Jadi setiap yang memandang dirinya lebih baik daripada orang lain dan menghinanya serta memandangnya dengan sinis, atau menolak kebenaran padahal ia mengetahuinya, maka ia telah sombong dan merebut hak-hak Allah.

Sifat sombong sebaiknya harus selalu kita jauhi karena sifat sombong memberikan banyak bahaya untuk kita semua.  Bahaya – bahaya dari sifat sombong antara lain adalah:

1.       Orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walaupun kecil, tidak akan masuk surga.  “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi kesombongan”. (HR. Muslim)

2.       Pintu bagi dosa – dosa lainnya. Sombong adalah dosa yang pertama kali dilakukan oleh mahluk ciptaan Allah yaitu Iblis ketika menolak peritah Allah SWT agar iblis bersujud kepada Nabi Adam AS. Akhirnya iblispun dikeluarkan dari surge, dan dengan segala tipu dayanya  mengajak manusia untuk berbuat dosa dan maksiat sehingga pada akhirnya muncul berbagai macam dosa lainnya. Astagfirulah….!!!

Berikut ini adalah beberapa kisah mengenai bagaimana bahayanya sikap sombong:

1.       Iblis adalah bala tentara Allah Ta’ala dalam  jajaran malaikat. Hanya saja bahan  penciptaannya berbeda, malaikat dari cahaya dan Iblis dari api. Ketika Allah swt telah menyempurnakan penciptaan Adam as, Allah pun meniupkan ruh-Nya kepada Adam  lantas memerintahkan malaikat untuk bersujud padanya. Mereka semua bersujud, kecuali Iblis. Melihat keengganan Iblis untuk bersujud, Allah pun bertanya motif pembangkangannya itu. Allah berfirman ” Apa yang membuatmu tidak bersujud ketika Aku perintahkan?” Iblis menjawab,” Aku lebih baik dari pada dia. Engkau ciptakan aku dari api sedangkan ia Engkau ciptakan dari tanah.” Menanggapi sikap sombong Iblis yang tidak mau bersujud berikut alasan itu, Allah Ta’ala berfirman:
فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ
“Turunlah engkau dari surga karena tidak pantas engkau berlaku sombong di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya engkau termasuk orang yang hina.”(QS.al-A’raf: 13)

2.       Datanglah kemudian Fir’aun dengan kesombongan lebih hebat di banding Iblis. Iblis masih mengakui Allah sebagi Rabb (Tuhan) yang menciptakannya. Fir’aun malah menyatakan,” Ana Rabbukum al-A’lâ (Akulah Rabb kalian yang paling tinggi).”
Mendalami kisah Musa as dan Fir’aun dalam al-Quran membuat bulu kuduk merinding. Betapa tidak, Allah Ta’ala mengirim Musa yang masih bayi ke istana Fir’aun melalui aliran sungai Nil yang membelah istananya, lalu keluarga Fir’aun pun memungutnya dan membesarkannya. Kita bisa mengatakan, Musa dibesarkan oleh Fir’aun dengan uang dari koceknya sendiri tanpa sadar bahwa ia sedang membesarkan orang yang akan menenggelamkanya di laut Merah. Subhânallâh! Setalah dewasa, Musa diangkat menjadi Rasul Allah dengan dua misi, mengajak Fir’aun beriman kepada Allah dan membawa Bani Israil keluar dari Mesir. Fir’aun menolak ajakan Musa. Suatu malam Musa mendapat perintah Allah untuk membawa keluar bani Israil dari Mesir. Fir’aun dan bala tentaranya mengejar di belakang. Musa pun membelah laut Merah dengan tongkatnya. Bani Israil menyeberang dengan selamat. Jurang kematian menanti FIr’aun. Ketika Fir’aun sedang melintas di tengah lautan yang terbelah dengan maksud mengejar Bani Israil, Allah pun menutup laut itu kembali.Tragis, ketika hampir mati tenggelam Fir’aun bertaubat, sambil berkata:
آَمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا الَّذِي آَمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Aku beriman bahwa tidak ada tuhan kecuali Tuhan yang diimani Bani Israil dan aku sekarang adalah seorang muslim.”(QS.Yunus: 90). Tetapi pintu taubat sudah tertutup baginya. Dia pun mati dalam azab.

 

3.       Qarun sombong karena harta berlimpah. Saking kayanya, untuk memikul kunci-kunci tempat penyimpanan hartanya saja sudah memayahkan orang-orang kuat sekalipun. Menjawab nasehat orang yang mengajaknya beramal menggunakan harta Qorun dengan angkuh mengatakan:
إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي
“Harta ini aku dapatkan karena ilmuku.”(QS.al-Qashash: 78)
Ketika Qarun sedang berjalan congkak dengan kemegahannya tiba-tiba Allah membuka bumi tempat ia berpijak dan menenggelamkan Qarun berikut rumah dan hartanya ke dalam bumi.

Beberapa tips untuk menghindari sifat  sombong adalah:

1.       Selalu berusaha bersikap rendah hati.

2. Berusaha mengenali dan mengakui kesombongan kita.

3. Selalu bersyukur dan berdzikir kepada Allah

Sekian artikel mengenai sifat sombong yang  dapat diberikan. Mohon maaf atas segala kesalahan yang ada. Semoga dapat memberikan manfaat kepada kita semua. Terima kasih…!!!

 

Pusataka

http://penatabius.blogspot.com/2010/01/bahaya-kesombongan.html

http://www.scribd.com/doc/3008740/Akhlak-Tercela